Rinduku berjelaga…

Rindu bicara dalam diam lagi…
Rindu menafsirkan sendiri prasangka-prasangka hati
Tanpa diskusi..

Tanpa suara..
Tanpa tatap muka…

Rindu saat-saat bicara pada diri sendiri…
Merenung menimbang-nimbang…
Mengukur-ukur diri…

Rindu…
Saat dimana hanya ada aku dan fikiranku…

Rindu dg note kecil
Yg menemani di akhir minggu..

Rindu dg diriku yg dulu.
Yg mengaku aku dg ke ‘akuan itu’

Rindu kebebasan dg batas-batas itu…
Ah…malam ini rinduku berjelaga..
Barangkali bisa menemukan diriku yg dulu…

Ini aku..
Dg ke’akuan-ku…

Wahaai diri…
Mudah2an engkau bisa kembAli
Menjadi ke’akuan’ku
Menepis semua ragu…
Mengabaikan kata-kata yg tak penting kau dengar
Berkarya banyak dan tersenyum banyak…

Wahai diri…
Malam ini rinduku berjelaga
Atas diriku
Ya…aku…

Wahai diri
Kembalilah fitri..
Rinduku berjelaga….

Iklan

16 thoughts on “Rinduku berjelaga…”

  1. dan disini pula aku
    tercerabut dari belahan jiwa
    mengawali langkah ragu
    diiringi ribuan nestapa

    tiada orang berbual
    tentang kami pencari upah
    sering merasa sial
    saat asa hampir menyerah

    sampaikah kapan kami begini
    di negeri orang sendiri
    berteman sesama penulis di wordpress
    berharap bisa hilangkan stress

    #nyumbang

    Suka

jangan lupa tinggalkan komentar kawan ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s