#tentangwanita

wanita-tua2Sumber : disini

Menikmati hari-hari saya setelah hengkang dari dunia kampus
seperti menikmati hal-hal baru yang telah lama tak saya sentuh
ada atmosfir berbeda ketika pagi-pagi sudah ditemani suara gaduh adik-adik saya yang sibuk
berberes untuk ke sekolah

Saya mulai menikmati pagi-pagi
mengantar sepupu saya yang masih TK
untuk ke sekolah
menyiram bunga
nyapu rumah dan berbagai pekerjaan rumah tangga
hingga menjelang zuhur

Saya mulai terbiasa
untuk tidak mendapatkan sms pagi untuk segera rapat…
saya mulai terbiasa setiap hari tanpa kegiatan di depan laptop yang
kerap kali saya lakukan dulu ketika masih jadi anak kos-kosan
saya benar-benar menikmati masa jeda ini untuk melakukan
hal-hal yang dulu jarang saya lakukan…

Setelah beberapa waktu berkutat dengan rutinitas
yang sama setiap hari
nyapu, masak, ngepel, kotor lagi sapu lagi…
begitu hingga aktivitas itu berulang-ulang
saya lakukan setiap hari…

Saya benar-benar menyadari sesadar-sadarnya
bahwa pekerjaan seorang ibu
yang berkutat setiap hari di rumah dengan berbagai kegiatan rumah tanggga
bukanlah pekerjaan yang mudah
Butuh kerja keras, ketelatenan dan kesabaran luar biasa
Saya saja yang belum genap 1 bulan mengerjakan hal yang sama
benar-benar merasa tertampar, tiba-tiba merasa tersadar
untuk memahami “betapa beratnya beban seorang ibu”
dalam mengurusi rumah tangganya

Kadang karena terlalu seringnya kita merasakan kasih sayang mereka
terlalu sering beliau mengurusi kita, membuatkan makanan, menyediakan piring bersih
untuk kita bisa makan, bahkan menyediakan rumah yang bersih untuk sering kali kita kotori lagi..
kemudian kita seperti terlupa dan menganggap pekerjaan beliau mengurusi kita memang telah begitu adanya
terlewat dan tak meninggalkan bekas apa-apa bagi kita tentang jasa-jasa beliau…

ah..tidak..
betapa banyak sekali hal-hal
yang kita abaikan untuk seorang wanita mulia
yang kerap kali kita panggil ibu….

Begitulah wanita…
meski akan mau jadi apapun
meski akan bertitel sepanjang apapun
punya pekerjaan setinggi apapun
tetap akan punya satu pekerjaan tetap
dia seperti sebuah fitrah
yang jika ditinggalkan maka hakikat dirinya menjadi kurang sempurna karenanya
yaitu untuk selalu mengayomi dan melayani
memberikan kenyaman untuk orang-orang yang mereka cintai…

tetiba..
saya menjadi malu sendiri…
ingat ibu yang tidak pernah mengeluh…
untuk mengerjakan pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun…

ah..tetiba diri ini merasa sangat kerdil..
masih harus banyak belajar dari wanita mulia yang sampai 3 kali disebut Rasulullah SAW
untuk selalu kita ta’ati “ibumu..ibumu..ibumu”…

Iklan

22 thoughts on “#tentangwanita”

  1. hebat ya ibu2 kita..tak pernah ia merasa lelah untuk kita anaknya..walau trkadang kita melupakan apa yg tlah ia lakukan untuk kita
    i will always love you forever…
    miss you mom..

    Suka

jangan lupa tinggalkan komentar kawan ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s