Panggil dia “Inoy”

Saya mengenalnya 4 tahun yang lalu, tepatnya saat akhir ospek. Pada awalnya perkenalan kami seperti perkenalan pada umumnya, namun setelah percakapan panjang ternyata kami punya banyak persamaan. Mempunyai satu guru yang sama yang selalu menjadi bahan utama percakapan kami hingga mengundang tawa, beliau juga sama-sama lulusan pesantren…

Ketika penempatan kelas, ternyata kami dipertemukan lagi di kelas yang sama. Maka dari sinilah kami mulai dekat, sering berdiskusi, sering bertemu hingga tak menyadari kemudian kami bersahabat.

Inoy, itu panggilan yang kerap ia haruskan utk semua orang yang mengenalnya, padahal itu bukan nama aslinya.
Inoy termasuk teman paling unik yang pernah saya kenal, bagaimana tidak..dia bisa-bisanya begitu mengidolakan luffy-one piece. Padahal menurut saya yang jelas-jelas tak mengerti dunia kartun, apa bagusnya si luffy, manusia karet atau apalah..saya tak mengerti. Bahkan inoy mau bela-belain ke gramed cuma untuk mencek apakah komik one piece edisi terbarunya sudah masuk atau belum, dan ini juga tak bisa dicerna oleh akal saya yang tak sedikitpun mencintai komik. Jika kebanyakan dari kami menyukai novel-novel pada umumnya disukai banyak orang saat itu, dia malah asyik dengan novel “novus ordo”nya atau bumi manusianya Pramoedya, dan jangan harap saya mau barteran novel dengan dia, saya tak menyukai genre novelnya, dan dia tak menyukai novel seperti novel-novel Tere liye kesukaan saya.

Meski banyak perbedaan diantara kami namun juga banyak hal yang membuat kami selalu akrab. Dia bukan tipikal teman-teman yang kebanyakan yang saya temui, yang lebih suka membicarakan gosip artis, tren fashion, dan pacar tentunya. Saya menemukan sisi lain dirinya yang begitu kompak dengan saya. Seringkali kami tenggelam berdua membicarakan mimpi-mimpi kami, membicarakan perkembangan studi kami, bahkan memperdebatkan pelajaran siang itu panjang lebar, berdebat sengit dan saling membenarkan diri sendiri kemudian menemukan titik temu dan berdamai kembali. Jika kami menghabiskan akhir minggu ke pasar, jangan harap kami menghabiskan hari berbelanja baju, pergi ke pantai, atau apalah yang biasa dilakukan anak-anak muda. Seringkali kami hanya mengunjungi toko buku satu dan berpindah ke toko buku lainnya, bahkan sampai ke pasar loak hanya untuk menemukan satu buku yang diinginkannya. Pernah dari pagi sampai hampir ashar kami berkeliling hanya untuk menemukan buku “catatan pinggir” nya Goenawan Mohammad dan tentu saja tidak ketemu karna belum dicetak ulang….

Sering kali saya berulang berujar bahwa dia adalah teman yang paling unik yang pernah saya kenal, bagaimana tidak setelah 4 tahun pertemanan kami, dia bahkan masih saja sering minta maaf untuk kesalahan kecil yang saya anggap lelucon atau candaan saja. Dulu ketika sks masih sangat padat-padatnya dan interaksi kami begitu intens, dalam sehari inoy bahkan bisa minta maaf sampai 4 kali kepada saya, padahal keempat kesalahannya itu cuma gurauan-gurauan ringan yang bahkan tidak saya ingat lagi dalam beberapa menit namun dia merasa mungkin saya kurang nyaman kemudian dia cepat-cepat meminta maaf. Hal itu benar-benar konyol menurut saya…

September kemaren akhirnya inoy bertoga dan saya kalah satu langkah karna sekarang masih berjuang dengan skripsi saya. Saya tak menghadiri acara wisudanya. Maaf saya tak cukup kuat untuk memperlihatkan wajah saya saat itu, saya khawatir senyum saya benar-benar terlihat dipaksakan di hari bahagianya. Saya diberi kenang-kenangan sepatu imut yang “Inoy banget”, sepatu boneka-boneka dengan warna cerah. Saya berjanji memakai sepatu ini ke kampus, namun meski telah saya pakai, dia tak sempat melihatnya. Ini sepatu imut itu 🙂

ok
Untuk inoy….
Syukran untuk persahabatan 4 tahun ini…
Maaf belum bisa jadi sahabat yang baik untukmu..

Besok kamu mau ke Jogja untuk menapaki mimpi-mimpi besarmu yang kau ceritakan tempo hari..
Good luck sobat..semoga kita bertemu di keadaan yang jauh lebih baik 🙂

Iklan

10 thoughts on “Panggil dia “Inoy””

jangan lupa tinggalkan komentar kawan ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s