Mari kembali belajar pada wajah polos itu….

Selepas rapat kaki ini masih malas beranjak dari sekre, setelah mendengar celoteh adik-adik saya malah menyibukkan diri membaca buku + koran hingga menjelang tengah hari…

bukan..bukan karna tidak ada agenda. Proposal yang masih selalu perbaikan..perbaikan…membuat kepala ini tak henti berpikir keras utk membuatnya “perfect” hingga tak ada lagi perbaikan dan saya bisa sedikit berpindah untuk menjadikannya menjadi bab 1 dan bab selanjutnya. tapi karna tidak ada inspirasi….ya kita cari dulu inspirasi dalam novel asma nadia, atau mungkin nyelip di koran singgalang..majalah tarbawi..koran kampus…ahh…begitulah saya mengabaikannnya beberapa hari ini agar otak ini bs beberapa menit atau jam tidak memikirkan skripsi dulu..

Tapi apa mau dikata..si “dia” sdh terlanjur nyangkut difikiran saya…

Karena hampir mendekati zuhur, saya beranjak pulang, berusaha mengumpulkan tenaga agar kembali fresh merangkai kata.

namun ketika saya masuk kos menaiki tangga…eee..ternyata ada bayi dari anak dosen sebelah yang dititip dikos kami..biasa…emaknya ngampus..dan sang anak terkatung-katung dalam sepi…maka untuk meramaikannya maka disulaplah kami menjadi baby sitter sementara… 😀

Suasana kos riuh dengan gelak tawa, hanya gara-gara si anak kecil yang masih sangat lugu mampir dikos kami…bedaknya yang belepotan tapi tetap manis, plus cara makannya yang imut-imut banged bikin saya sejenak melupakan otak saya yang sudah mupeng dengan skripsi tercinta….

tiba-tiba kami menjelma menjadi emak-emak…ada yang mancing-mancing agar si baby ketawa…ada yang sibuk nyuapin, dan saya malah sibuk nyari-nyari lagu anak-anak yang saya simpan di Cantika saya yang elegant, taarrraaa…saya dapatkan lagu sherina, tasya, dan trio kwek-kwek – lagu-lagu semasa kecil saya dahulu…. sejenak kami sibuk bertepuk-tepuk tangan agar si baby bisa ketawa…

beranjak zuhur si baby malah sibuk grasak-grusuk..tampaknya dia mulai jenuh….dan berangsur-angsur merengek-rengek…praktis seisi kos sibuk agar ni baby bisa ketawa lagi…tapi tampaknya semua usaha jadi sia-sia….

Dan pada akhirnya, jadilah saya berinisiatif untuk menidurkannya, mungkin saja ini jam tidurnya….kami mulai bernyanyi..berdendang-dendang kecil hingga mata si baby mulai menampakkan tanda-tanda akan tidur…setelah berdendang ria kira-kira 15 menit..akhirnya si baby tidur pulas ditangan saya….

Kami menidurkannya ditengah rumah…dan kami berkeliling memperhatikan tidur si baby yang pulas dan sangat tenang….

Disitulah kami mulai berfikir betapa menyenangkan dunia anak kecil…

tenang..tentram…tak pernah punya emosi yang negatif…mudah tertawa..ceria….ekpresinya begitu menggemaskan…. kenapa kita tak berkaca dengan anak kecil…hidup tanpa beban… jika bertengkar hanya selang beberapa menit sudah berteman kembali…dia tak punya masalah, baginya tertawa adalah ekspresi full yang sering dia ekpresikan….

dulu saya, anda dan kita juga pernah kecil..dan menjalani fase seperti itu..tenang, menyenangkan, dan bersemangat…

Kenapa hari ini saya malah mulai menyesah..mumet…dan terkadang berputus asa…

“ternyata saya masih harus banyak belajar pada sosok lugu itu, yang mengajarkan saya lewat kepolosannya” 🙂

Iklan

32 thoughts on “Mari kembali belajar pada wajah polos itu….”

  1. dunia anak-anak akan ditertawakan oleh orang dewasa
    dunia orang dewasa akan ditertawakan oleh mereka yang tua
    pada akhirnya kehidupan akan ditertawakan bagi orang yang telah mendahului kita, di akhirat kelak..

    begitulah dunia, permaianan dan senda gurau..hanya tertawaan.

    notesnya buat saya merenunglah…

    Suka

  2. ha..ha…tapi pernah gk ngerasa, atau berangan?? klo saya dulu berfikir seperti ini:
    ketika SD saya sempat berfikir “mungkin klo SMP lebih asyik yah..???” dan ketika sudah SMP pun kemudian saya berfikir “klo sudah SMA sepertinya lebih keren dan menyenagkan deh kehidupan ini…” tapi ketika berpetualang di SMA juga pemikiran ” tapi klo kuiah kayaknya itu moment palin seru dalam hidup ini” tetpa ada. dan sampai pada perguruan tinggi “pengen cepet lulus, dapat kerja, sepertinya ini yang selama sekian tahun aku cari dalam hisup”.

    lahhhh…kok malah cerita sendiri yah…..
    Serius tuh wajah-wajah Baby nya memang polos. Tapi bisakah kita menjadikan kehidupan ini dengan sikap seperti mereka ????

    Suka

    1. wah..kyknya it sifat umum manusia mas…sukanya pada sesuatu yang belum dialami..nanti kalau moment berharga telah terlwt baru mrasa itu moment2 brhrga…saya jg sering kyk it mas..skrng malah pengen cepat2 keluar kampus mrsakan dunia kerja :

      banyak hal dlm hdup ini bs kta tiru dr mereka mas…kalau kt mau mencoba tdk ada yang tdk mungkin.. 🙂

      Suka

  3. moga kelak anak kecil ini juga baca tulisan ini saat gede nanti 🙂

    karena inspirasi dan cara kita belajar sungguh hadir dari tempat dan saat dimana kita tidak duga, dan salah satunya dari anak kecil tersebut 😉

    Suka

    1. wah..pas dia baca pasti blog saya sdh nenek2 ya 😉
      ya kt ternyata sering bljar dr hal yang mungkin kadang kt anggap sepele…makasih knjungannya mas nangro…salam ukhuwah 😀

      Suka

  4. sifat anak kecil yang nggak mudah menyerah mengajarkan kita “kalo gagal menggapai mimpi, kita hanya perlu mebuat mimpi baru.” dunia orang dewasa boleh terbatas oleh peraturan dan norma2. tapi kita harus tetep bisa bermimpi dan bercita2 tinggi. Iiinnnsyaaa Allah..

    Suka

  5. pertama nyapa dulu y,,assalam,,ini blog siapa ya? ko author ada dua,,ada musim semi ,ada juga siti lutfiyah a..bicara masalah lemes ternyata bukan masalah cuaca yang panas aja y,,kirain hanya saya saja yang bisa hilang semangat gara gara terus dibakar panas terik yg kurang bersahabat.aseek dapat kawan yang sama sama sedang malas hehe,,,

    Suka

    1. alhmdulillah skrng tdk malas lagi..kmbali bersemangat krn ketemu bocak2 imut kmren…ini rumahnya musim semi..nggak tau kok bs dibilang author semua…wah..kt tdk jd berteman ya…syukur saya tdk lagi malas…mdh2n ketemu dengan teman senasiib novi 😀

      Suka

jangan lupa tinggalkan komentar kawan ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s